Berikut adalah sebuah cerita yang saya dapatkan dari sebuah forum, sangat menyentuh dan semoga dapat membuka mata kita semua yang merasa sebagai anak bangsa Timor-Leste tercinta ini. Silakan disimak !
Kata orang Indonesia tentang Timor-Leste, Ini adalah sebuah cerita nyata yang diceritakan dari sebuah mailist dan telah diceritakan dari forum ke forum dan blog di internet. Mungkin anda patut mengetahui cerita ini.
diceritakan seorang warga negara indonesia yang sedang berkunjung ke timor-leste (Dili tepatnya saat itu) bertemu dengan sahabatnya (orang Timor-Leste) dibandara dan merekapun saling tegur sapa dilanjutkan dengan obrolan yang membuat anda-anda semua akan lebih mencintai dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap timor-leste. langsung saja silahkan simak cerita tersebut.
Suatu pagi di Bandar aeroportu Comoro Dili, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal Indonesia, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe...

Your country is so rich! (Negara kamu itu sangat kaya!), Ah biasa banget kan denger kata-kata begitu. Tapi tunggu dulu..
Si bapak melanjutkan ucapan-nya
Timor-Leste doesn’t need the world, but the world needs Timor-Leste! (Timor-Leste tidak memerlukan dunia ini. Dunia inilah yang butuh Timor-Leste!)
Everything can be found here in Timor-Leste, u don’t need the world! (Semua telah tersedia di timor-leste, kalian tidak memerlukan dunia!)
Mudah saja, Timor-Leste paru2 dunia. Tebang saja hutan di Matebian Baucau, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Timor-Leste !
“Indonesia is nothing, we cant be rich without Timor-Leste . 500.000 orang Timor-Leste bersekolah ke Indonesia setiap tahun. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang-orang timor-leste, tidak peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Timor-Leste semua yang berobat.”
“Kalian tahu bagaimana nantinya pemerintah kami ketika asap hutan Timor-Leste masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”
“Kalian ga tau kan kalau Agustus kemarin (tahun lalu) saat dunia krisis beras. Termasuk di negara yang lain (labele temi naran), kalian di Timor-Leste dengan mudah dapat beras”
“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana-mana.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Indonesia. Saya pernah ke Australia (alias mehi deit), bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik di China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”
“Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Timor-Leste ?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”
“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Timor-Leste will rules the world..” (Timor-Leste akan Mengendalikan Dunia Ini)
NB : Saya sebagai blogger watalovu yang baru belajar ngeblog selaku pemilik sekaligus admin blog ini meminta maaf yang sebesarnya karena tak dapat memberikan link sumber dari tulisan ini. Karena tulisan ini telah dipublish di banyak blog dan forum. Bagi yang merasa pertama kali menulis artikel ini saya mau minta ijin untuk kopi paste artikel anda dan silakan menghubungi saya agar saya bisa memberikan sumber asli dari artikel ini. Terima kasih, semoga artikel anda bermanfaat dan dapat membuka mata anak-anak bangsa Timor-Leste
